"Berbagi hal yang bermanfaat"

Wednesday, April 27, 2016

Mengenal Scrapbook



A.      Definisi Scrapbook
Dari asal katanya scrap berarti barang sisa. Definisi scrapbook adalah seni menempel foto atau gambar di media kertas, dan menghiasnya hingga menjadi karya kreatif. Kegiatan scrapbooking menjadi suatu gaya hidup di Amerika sekitar 20 tahun lalu. Sedang di Asia baru berkembang enam tahun terakhir ini. Kegiatan mengasyikkan yang merupakan penuangan ekspresi si pembuatnya adalah perpaduan ketrampilan menempel kertas, foto, dan gambar dengan seni memadukan warna, motif, dan bentuk ini menghasilkan karya-karya.
Seni scrapbook adalah seni mendekorasi foto, bahan cetakan dan memorabilia dalam sebuah album dekorasi yang disebut scrapbook. Scrapbooker adalah sebutan yang biasa ditujukan kepada orang yang hobinya membuat scrapbook. 

B.      Sejarah Scrapbook
Kebiasaan ini dimulai pada abad ke-15, buku umum, populer di Inggris, muncul sebagai cara untuk mengumpulkan informasi yang meliputi resep, kutipan, surat, puisi dan banyak hal. Setiap buku biasanya unik sesuai dengan kepribadian dan keinginan si pembuat scrapbook itu. Album Persahabatan menjadi populer di abad 16. Album ini digunakan seperti buku tahunan modern, di mana teman atau pelanggan akan memasukkan nama mereka, judul dan teks singkat atau ilustrasi atas permintaan pemilik album. Album ini sering dibuat sebagai souvenir wisata Eropa dan akan berisi memorabilia lokal termasuk lambang atau karya seni oleh seniman lokal. Mulai tahun 1570, menjadi mode untuk memasukkan piring berwarna yang menggambarkan adegan populer seperti kostum Venesia atau Karnaval adegan. Ini memberikan pilihan terjangkau dibandingkan dengan karya-karya asli dan, dengan demikian, piring ini tidak dijual untuk memperingati atau dokumen peristiwa tertentu, namun secara khusus sebagai embellishments untuk album.
Pada 1775, James Granger menerbitkan sejarah Inggris dengan beberapa kosong halaman di akhir buku. Halaman-halaman tersebut dirancang agar pemilik buku bisa mempersonalisasi buku dengan memorabilia sendiri. Praktek meninggalkan halaman untuk personalisasi di akhir buku menjadi dikenal sebagai grangerizing. Selain itu, album persahabatan dan buku tahunan sekolah diberikan ruang untuk gadis-gadis di abad 18 dan 19 untuk berbagi keterampilan sastra mereka, dan kesempatan untuk mendokumentasikan catatan historis mereka sendiri pribadi. Munculnya fotografi modern pada tahun 1826, memungkinkan orang untuk mulai memasukkan foto ke dalam scrapbooks mereka.